Workshop Humas: Strategi Manajemen Krisis

Bandung, 09 April 2026 – Korps Protokol Mahasiswa Jurusan (KPMJ) Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Jurusan Ilmu Komunikasi Humas pada Kamis (09/11/2026) di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Mengusung tema “Manajemen Krisis : Strategi Penyelamatan Organisasi dan Perusahaan.” kegiatan ini menghadirkan Dr. Khoiruddin, M.Si., yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. H. Encep Dulwahab, S.Sos., M.I.Kom. Dalam sambutannya beliau menyinggung isu yang mempertanyakan kualitas alumni UIN tidak memiliki skill yang jelas dan memiliki banyak permintaan.

Diselenggarakannya workshop ini menjadi salah satu upaya dari Jurusan Ilmu Komunikasi untuk menghadapi krisis yang terjadi. Kegiatan workshop ini bertujuan untuk membekali keterampilan praktis bagi lulusan Ilmu Komunikasi Humas untuk menghadapi krisis di dunia profesional.

Memasuki sesi pematerian Khoiruddin menyampaikan bahwasannya krisis seringkali dihadapi oleh setiap organisasi. Krisis yang dimaksud disini adalah krisis komunikasi, dan cara menghadapi krisis ini bisa dengan mengantisipasi berbagai macam isu, karena setiap organisasi memiliki dinamika krisis dan masalahnya tersendiri.

Dampak krisis yang paling ditakuti oleh suatu organisasi yaitu hilangnya rasa kepercayaan dari publik. Reputasi menjadi fokus utama beberapa organisasi, namun perlu diingat reputasi adalah aset intangible yang terbentuk secara kolektif. Sedangkan kepercayaan adalah buah dari konsistensi kejujuran dan interaksi yang berulang.

“Krisis adalah kejadian yang dialami sebuah organisasi atau perusahaan dan harus mendapatkan respon sesegera mungkin karena akan menimbulkan dampak yang negatif. Krisis akan banyak mengancam kondisi sebuah organisasi. Kepercayaan menjadi suatu hal yang krusial disamping reputasi. Adanya reputasi itu berasal dari kepercayaan. Krisis bisa berupa ancaman, urgensi ataupun kejutan yang tidak terduga.”

Dalam pemaparannya, Khoiruddin mengangkat enam tipologi krisis, mulai dari krisis alam, teknologi, konfrontasi, hingga krisis malevolence (niat jahat), manajemen, dan reputasi. Khoiruddin mencontohkan bagaimana krisis alam di suatu wilayah, seperti yang terjadi di Sumatera, dapat berimplikasi pada krisis tata kelola pemerintahan jika tidak dikelola dengan tepat.

Satu hal penting yang ditekankan adalah etika dalam krisis komunikasi. Organisasi wajib mengedepankan transparansi dan permohonan maaf. Khoiruddin menegaskan bahwa organisasi tidak disarankan untuk melakukan penyangkalan, melainkan harus segera mengklarifikasi fakta dan menunjukkan empati

Krisis terbagi menjadi empat fase, yaitu pra krisis, krisis akut, krisis kronik, dan resolusi. Pemateri juga memperlihatkan beberapa studi kasus krisis yang telah terjadi. Tidak hanya melalui sudut pandang umum, pemateri memaparkan juga manajemen krisis dalam perspektif Islam yang dapat diterapkan oleh seorang praktisi humas. Kemudian dalam manajemen krisis pemateri membahas dua teori yaitu SCCT Model (Coombs) dan IRT Model (Bernoit).

Peran Humas sendiri ditegaskan sebagai garda terdepan mulai dari menjadi juru bicara, perancang pesan, hingga koordinator evaluasi pascakrisis. Namun, Khoiruddin mengingatkan bahwa keberhasilan manajemen krisis bergantung pada sinergi seluruh elemen organisasi sebagai satu sistem yang terintegrasi.

Antusiasme peserta terlihat saat melakukan sesi tanya jawab yang berlangsung. Pada sesi ini, peserta aktif membahas berbagai kasus yang sering terjadi di dalam organisasi. Khoiruddin menekankan bahwa dalam suatu krisis terdapat sisi positif yang dapat dijadikan sebuah pembelajaran.

Workshop Strategi Manajemen Krisis yang diikuti oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Humas angkatan 2023 diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri oleh Pembina KPMJ VIII, Isti Uga Paralita, sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan pengalaman yang dibagikan.

Penulis : Maulidiyah Yuniasari Kartini